Keripik Pare



Pare dibikin keripik ? memang ngga pahit  ya ? itu pertanyaan yang pertama muncul saat ngobrol dengan teman lama beberapa minggu yang lalu. Namanya mba Nirmala, dulu kita satu kantor kemudian sama-sama resign dan akhirnya lost contact, sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu kita dipertemukan kembali disuatu acara. Setelah ngobrol ngalor ngidul akhirnya mba Mala sapaan akrabku, cerita tentang usahanya yang dirintis bersama suami. Setelah sempat mengalami jatuh bangun membangun usaha, akhirnya sekarang mba Mala mantap menjalani usaha keripiknya. Ada macam-macam jenis keripik yang dibuat salah satunya keripik pare :)

Karena penasaran dengan keripik pare, akhirnya kepo deh tanya cara menghilangkan rasa pahitnya bagaimana, terus proses pembuatannya seperti apa. Katanya untuk menghilangkan rasa pahit, rendam pare dengan air panas yang telah dibubuhi garam sekitar 30 menit - 1 jam, atau bisa juga direbus dengan air garam sekitar 10 menit. Kalau untuk tepungnya menggunakan tepung beras dan tepung tapioka dengan perbandingan 1:1 ... Thanks mba Mala untuk sharing resepnya, sharing bisnisnya, sehat selalu dan sukses terus untuk usahanya ^_^ 

Padahal aku sangat menyukai pare, entah itu di tumis, sebagai campuran gado-gado, pecel, urap atau saat menyantap siomay dan batagor pasti pare ngga ketinggalan. Tapi membanyangkan pare dibikin keripik kok agak mengernyitkan dahi ya hihihi .... 



Nah untuk mengobati rasa penasaran, akhirnya kemarin aku coba buat keripik pare. Untuk menghilangkan rasa pahitnya aku memilih merendam dengan air panas plus garam selama 1 jam. Dan supaya hasilnya garing aku mengikuti cara Mamaku kalau bikin rempeyek. Digoreng 2 kali, pertama setengah matang baru kemudian digoreng lagi sampai matang. Kalau ngikutin cara mba Mala, karena produksinya sudah dalam kapasitas besar, untuk mengeringkan minyaknya mereka menggunakan mesin hohoho .... aku pakai cara home industry saja ya :) 

Setelah matang dan dicicpi ternyata enak juga, ngga ada rasa pahitnya. Parahnya sekali nyomot ngga bisa berhenti ngunyah hehehe .... Sebenarnya masih penasaran supaya hasilnya bisa lebih renyah dari yang sekarang aku buat. Ini sudah cukup enak, garing, crispy tapi masih kurang renyah sedikiiiiiiiitttt lagi ... over all aku puas sama hasilnya. 

Mungkin ada teman-teman yang mau bikin untuk wirausaha, bisa jadi alternatif lho. Bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya juga mudah. Siapa tahu nanti usahanya bisa berkembang pesat .... Amin YRA :) 

Monggo ini resep percobaan pertama bikin Keripik Pare ... 


Keripik Pare
made by Dapoer Lys

Bahan :
  • 1 kg Pare
  • 300 gr Tepung beras
  • 300 gr Tepung tapioka / kanji
  • 450 ml Air, untuk adonan tepung
  • 2 sdt Garam
  • Minyak, secukupnya untuk menggoreng
Bumbu Halus :
  • 9 siung Bawang putih
  • 2 sdt Ketumbar
  • 1½ sdt Garam
Cara Membuat :
  • Buang biji pare, kemudian potong tipis-tipis.


  • Rendam pare dengan air hangat dan garam, selama kurang lebih 1 jam, untuk menghilangkan rasa pahit pada pare. Setelah itu cuci bersih dan tiriskan, aku tiriskan sampai 1 jam. 


  • Campur tepung beras, tepung tapioka / kanji, air dan bumbu halus.


  • Celupkan potongan pare kedalam adonan tepung, goreng setengah matang.


  • Inapkan semalaman.


  • Baru keesokan paginya digoreng kembali hingga kering.



Note :
  • Cara menggoreng keripik pare, bisa langsung dimatangkan sekaligus dalam satu kali gorengan, atau bisa juga melalui dua kali proses penggorengan, pertama digoreng setengah matang terlebih dahulu baru kemudian dimatangkan keesokan harinya. Lebih bagus hasilnya jika melalui dua kali proses penggorengan. 
  • Untuk menghilangkan rasa pahit, pare bisa direndam dengan air panas yang telah dibubuhi garam atau bisa juga direbus dengan air garam. 



 HAPPY COOKING & ENJOY ^_^


Telur Asin Bawang Homemade



Telur Asin alias Ndok Asin ^_^ Kalau di Purwokerto kami biasa menyebutnya ndok asin. Sentra industri telur asin yang cukup terkenal ada dikota Brebes, Jawa Tengah. Dari Purwokerto tidak terlalu jauh letaknya, dulu sewaktu masih sering pulang kampung, kalau pas kebetulan naik mobil lewat jalur pantura pasti selalu melewati kota Brebes, dan disepanjang jalan berderet toko-toko penjual telur asin, ada telur asin bakar (asap) dan telur asin rebus (kukus).

Konon, yang pertama memperkenalkan telur asin di kota Brebes adalah pasangan suami istri asal negeri bambu, China, In Tjiauw Seng dan Tan Polan Nio sekitar tahun 1950. Dahulu telur asin menjadi makanan yang sangat eksklusif, karena pasangan suami istri itu hanya memasarkan telur asin ke Jakarta. Mereka memproduksi secara terbatas dan menjadikan telur asin yang gurih dan lezat dikemas sebagai salah satu hidangan istimewa. Menjamurnya telur asin di Brebes terjadi setelah pegawai suami istri tersebut berhenti kerja dan memulai usahanya sendiri di Brebes.

Dahulu telur yang digunakan untuk membuat telur asin adalah telur bebek pangon. Pangon itu artinya alami, jadi bukan telur bebek ternakan tapi bebek liar. Kemudian, telur bebek pangon itu dicuci lebih dulu dan dipisah antara yang retak dan yang tidak retak. Baru diasinkan dengan cara direbus. Untuk proses perebusan ini memakan waktu 12-15 hari.

Selain diasinkan dengan cara direbus, telur asin juga dapat disajikan setelah dibakar asap atau diasapi. Waktu pengasapan pun 3 sampai 4 jam. Setelah diasapi, maka telur asin yang biasanya berwarna hijau akan berubah menjadi warna hitam. Dan yang bakar itu lebih kenyal karena kadar air di dalam telur sudah berkurang.



Dulu banget aku pernah membuat telur asin sendiri menggunakan batu bata dan abu gosok. Judulnya karena rasa penasaran dan ingin tahu. Prosesnya lumayan memakan waktu yang lama dan harus berani kotor hehehe ... jadi batu bata yang telah dihancurkan / abu gosok, dicampur dengan garam, dengan perbandingan 2:1. Jadi jika abu gosok 2 kg maka garam yang digunakan 1 kg. Kemudian dibalurkan keseluruh permukaan telur dan disimpan dalam wadah tertutup selama kurang lebih 15 hari. Setelah itu telur satu persatu dibersihkan dan dilap menggunakan lap basah baru kemudian dikukus.

Nah kali ini aku kembali buat telur asin dengan cara yang lebih praktis, tidak perlu berkotor-kotor ria dengan batu bata atau abu gosok, Telur Asin Bawang :) Sebenarnya agak mikir panjang juga waktu mau bikin telur asin lagi, karena di rumah hanya aku seorang diri yang doyan sama telur asin. Kalau kata orang dirumah, selain bikin tensi naik, masa telur busuk dimakan hihihi ... dan sepertinya siap-siap darah tinggi nih musti menghabiskan 10 butir telur asin sendirian huhuhu ~,~

Memang sih aku termasuk penggemar telur asin, dan memang sebenarnya lebih baik bikin sendiri, mengingat kalau mendengar berita di TV tentang pembuatan telur asin yang banyak menggunakan pewarna tekstil ngeri juga ya dengarnya. Yuk mari kita bikin telur asin sendiri biar yakin akan kwalitasnya ^_^


Telur Asin Bawang
made by Dapoer Lys

Bahan :

  • 10 butir Telur bebek mentah dengan kwalitas yang baik. 
  • 400 gr Garam dapur
  • 10 siung Bawang putih, geprak
  • 1200 ml Air mineral

Cara Membuat :

  • Cuci telur bebek hingga bersih, dan gosok kulitnya menggunakan spons kasar yang biasa digunakan untuk mencuci piring, agar pori-pori kulit atau cangkang telur lebih terbuka.
  • Rebus air hingga mendidih, masukan garam, aduk rata hingga garam larut, matikan api.
  • Masukan bawang putih yang telah dicuci bersih kemudian di geprak, aduk rata dan biarkan hingga air benar-benar dingin.  
  • Tuang air kedalam wadah kedap udara, bisa wadah plastik atau wadah yang terbuat dari kaca, masukan telur satu persatu dan tutup wadah hingga rapat. 


  • Simpan wadah ditempat yang teduh selama rentang waktu 14 hari sampai 20 hari, aku menyimpannya selama 18 hari dan setelah hari ke 10 posisi telur ditukar, yang tadinya ada dibawah dipindah keposisi atas agar asinnya merata.


  • Setelah masa panen tiba, cuci bersih telur dibawah air yang mengalir, kemudian lap hingga kering.
  • Bungkus telur dengan lap kering dan kukus selama 30 - 1 jam, aku mengukusnya hingga 45 menit. Kemudian biarkan hingga dingin didalam kukusan baru kemudian dikelurakan dan Telur Asin Bawang siap untuk disantap :) 
Note :

  • Pilih telur bebek dengan kwalitas yang baik, supaya telur asin yang dihasilkan juga enak, tidak berbau busuk.
  • Setelah masa panen tiba, bisa dikukus atau direbus. Jika di rebus waktunya sekitar 15 - 30 menit. Jika dikukus waktunya sekitar 30 menit - 1 jam. 
  • Jika ingin menghasilkan telur asin yang tahan lama bisa menggunakan cara yang dikukus, karena kadar airnya lebih sedikit.
  • Tingkat kadar asin dan masir telur yang ingin didapat ditentukan oleh lama tidaknya masa penyimpanan telur. Semakin lama telur disimpan maka akan semakin asin, masir dan berminyak. Jadi silahkan disesuaikan dengan selera masing-masing :)



HAPPINESS IS HOMEMADE